Thursday, June 15, 2006

NG ITU


Tak lagi ia mentah, berserabut berlapis kulit
tetapi tinggal tubuh, telanjang seperti tar
ia menjadi ng yang melekat pada pohon
daun tanah dan rerumputan
menjadi reguk yang masuk dan berdiam
dalam debar jantung

0406

NERACA ITU



Antara nikmat dan ujian berat
Terpasang neraca penimbang

Olengnya ke mana memaknai akhir
Dalam buku kita

Kita pun akan terus beraguragu
Tak bertuju

Setiap kali kuat
Kita lalu melengah

Pabila tersesat
Berdendam gundah
Entah husnul khatimah

0406

FRAGMEN ITU


Bahagia yang penuh seperti udara adalah dongeng
Sebab bahagia hanya hadir sepotong-sepotong
Ia helai daun rumput yang hijau, atau
Capung yang hinggap dekat danau
Sisanya hanya igau

Lalu tubuh kita
Yang mengesot beringsut
Menggapai-gapai disesak lunglai
Menggerogoti lembar waktu yang semakin tipis
Terpukau kaku dan diamdiam
menangis

2942006

SOLITUDE ITU



Seolah-olah seluruhnya harus kita simpan
Dalam gelap, jadi teka-teki disampul kedap
Tentang maknamakna

Padahal tak ada bedanya antara yang kita mahfum
Atau belum. Ia tetap akan hadir mengalirkan desir
Tentang rasarasa

Antara kita, katakata dan lukaluka
Yang sisa hanya getar getir, gedebar akhir
Tentang siasia
[apabila tetap terlupa]


2742006

ANGGUR ITU



Secara ringkas: acap kali kita adalah mereka
Yang bersimalas membangun sorga, namun
Tak hendak diganjar siksa
atas dosa-dosa

Dan gelas demi gelas direguk anggur itu
Manis yang sesat, tersangat manis
Dan ampun yang datang seperti musim, silih berganti
Lalu lewat sepercik pahala ingin kita membayar lunas
Segala sia-sia: secara ringkas.

27406

PAKTA ITU



Menjejak bentangan waktu
Semakin hari semakin jauh kita dari lengkap
Di tengah padang rumput dan onak semak-semak
bersama-sama kita berjalan
sendiri-sendiri

Menghitung langkah satu persatu
Akhirnya kita saling memenjarakan, terpaut tak tentu:
Ingin terbang bebas, namun rela terkurung
Hendak bersilekas, namun memilih urung

Bersama-sama kita berjalan
sendiri-sendiri

2006